Selasa, 29 Mei 2012

Tugas SKB



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Aspek pasar dan pemasaran merupakan kajian dalam studi kelayakan bisnis. Banyak yang menyatakan bahwa aspek pasar da pemasaran merupakan aspek yang paling utama dan pertama yang harus dilakukan pengkajiannya dalam studi kelayakan bisnis karena tidak akan mungkin suatu bisnis  didirikan dan dioperasikan jika tidak ada pasar yang siap menerima produk dari perusahaan. Karena meskipun perusahaan dapat memproduksi produk-produk beraneka ragam, namun bila produksi tersebut tidak laku, maka produk tersebut akan menambah beban kerugian bagi perusahaan. Jika pasar yang dituju tidak jelas, prospek bisnis ke depan pun menjadi tidak jelas, sehingga risiko kegagalan bisnis menjadi besar. Oleh karena itu, sebelum melakukan kajian-kajian yang lebih jauh lagi, penekanan kajian pertama yang harus dilakukan adalah aspek pasar dan pemasaran.
Kajian yang dilakukan dalam aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk menguji serta menilai sejauhmana pemasaran dari produk  yang dihasilkan perusahaan dapat mendukung pengembangan usaha atau bisnis yang direncanakan. Sedangkan kajian aspek pemasaran beekaitan dengan bagaimana penerapan strategi pemasaran dalam rangka meraih sebagian pasar potensial atau peluang pasar yang ada. Dengan kata lain seberapa besar market share (pangsa pasar) yang ditentukan dapat diraih sangat bergantung  pada penerapan strategi pemasaran yang dipilih.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian potensi pasar atau market potensial?
2.      Bagaimana teknik pengukuran permintaan produk?
3.      Apa saja metode peramalan permintaan?
4.      Bagaimana ramalan penjualan industry?
5.      Bagaimana segmentasi pasar?
6.      Bagaimana menetapkan pasar sasaran
7.      Bagaimana menentukan posisi pasar?
8.      Sebutkan sikap, perilaku dan kepuasan konsumen?
9.      Apa saja faktor-faktor persaingan?
10.  Bagaimana penerapan strategi pemasaran yang efektif untuk meraih market share?

1.3  Tujuan
  1. Mengetahui  potensi pasar atau market potensial
  2. Mengetahui teknik pengukuran permintaan produk
  3. Mengetahui metode peramalan permintaan
  4. Mengetahui ramalan penjualan industri
  5. Mengetahui segmentasi pasar
  6. Mengetahui menetapkan pasar sasaran
  7. Mengetahui menentukan posisi pasar
  8. Mengetahui sikap, perilaku dan kepuasan konsumen
  9. Mengetahui faktor-faktor persaingan
  10. Mengetahui penerapan strategi pemasaran yang efektif untuk meraih market share


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Potensi Pasar
Potensi pasar adalah peluang penjualan optimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjualan baik saat ini maupun yang akan datang. Dengan kata lain potensi pasar adalah seluruh permintaan atau kebutuhan konsumen yang didasarkan pada dua faktor, yaitu jumlah konsumen potensial dan daya beli. Konsumen potensial adalah konsumen yang memiliki keinginan atau hasrat untuk membeli. Sedangkan daya beli adalah kemampuan konsumen untuk membeli barang atau produk. Dengan melihat potensi pasar maka dapat dilakukan evaluasi apakah masih ada atau tidak potensi untuk memasarkan barang atau produk dipasar.
2.2 Teknik pengukuran Permintaan Produk
Pengukuran permintaan produk adalah menghitung atau menentukan jumlah produk yang secara riil dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan metode-metode yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Penggunaan Data Impor Produk Yang Bersangkutan
Cara ini dilakukan jika kondisi dalam negeri belum pernah menghasilkan produk tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan selama ini kebutuhan pokok dipenuhi oleh produk substitusi diimpor. Dengan demikian cara untuk mengukur permintaan adalah berdasarkan jumlah produk yang diimpor dalam periode yang bersangkutan.

2.      Penggunaan Data Impor, Ekspor Dan Produksi Dalam Negeri
Untuk mengetahui jumlah permintaan efektif jiak suatu produk selain diimpor juga diekspor dan diproduksi di dalam negeri adalah sebagai berikut :


PE = P + ( I - E ) D + C
 
 


PE :    Permintaan efektif yang dicari
P     :    Jumlah produksi dalam negeri selama periode yang bersangkutan
I      :    Jumlah produksi yang diimpor
E     :    Jumlah produksi yang diekspor
D C :   Selisih persedian awal adan akhir produk

3.      Metode Rasio Rantai (Permintaan Per Kapita)
Metode ini menghitung permintaan efektif dengan cara membagi dalam komponen-komponen kecil dari suatu mata rantai variable yang berpengaruh terhadap permintaan produk yang bersangkutan. Misalnya variable-variable yng berpengaruhterhadap permintaan produk  minuman ringan berserat adalah :
Minuman ringan berserat = jumlah penduduk disuatu wilayah secara keseluruhan x % penghasilam perkapita yang dikonsumsi x %  rata-rata penghasilan perkapita yng dikonsumsikan minuman ringan x % rata-ratapenghasilan yang dikonsumsi untuk minuman ringan berserat.

4.      Permintaan Industri
Metode ini digunakan untuk melihat apakah jumlah produk yng telah dihasilkan oleh perusahaan yang memproduksi produk jenis pada masa lalu sudah cukup memenuhi seluruh kebutuhan-kebutuhan konsumen atau belum. Jika ternyata jumlah yang dibutuhkan ternyata belum dapat terpenuhi oleh produsen yang ada (adanya keterbatasan kapasitas, sumber daya dan lain-lain), maka masih ada kesempatan bagi produsen lain untuk membuat produk sejenis.
2.3 Metode Peramalan Permintaan
1. beberapa teknik atau metode peramalan yang dapat dilakukan antara lain : metode time series (runtut waktu), metode regresi korelasi, teknik ekonometri, dan lain-lain.
2. beberapa kendala dalam pemilihan metode peramalan, antara lain :
a.       Waktu yang hendak diliput
b.      Tingkah laku data
c.       Tipe model
d.      Biaya yang tersedia
e.       Tingkat ketepatan yang diinginkan
f.       Kemudahan penerapan

Tabel permintaan industri sepeda motor
Tahun
Permintaan Industri Sepeda Motor
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
5.000.000
6.000.000
6.100.000
6.500.000
6.700.000
7.000.000
7.500.000
7.600.000
7.700.000
7.800.000
8.000.000

Berdasarkan data pada tabel dapat dilakukanperamalan permintaan di masa yang akan datang. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode time series dengan ektrapolasi trend. Dengan menggunakan metode rend linier ini kecenderungan permintaan di masa yang akan datang diwujudkan dalam bentuk garis lurus. Fungsi persamaan dari metode ini adalah :


Y = a + bx
 
 


Koefisien (nilai a dan b ) ditentukan dengan rumus :
     a = ∑Y dan b = ∑XY
            n                   ∑X2
Dengan asumsi ∑X = 0
a   : rata-rata permintaan masa lalu
b : koefisien yang menunjukkan perubahan setiap tahun
y   : nilai data hasil ramalan permintaan
n  : jumlah data runtut waktu
x   : waktu tertentu yang telah diubah menjadi bentuk kode
     berdasarkan metode ini, maka hasil peramalan permintaan industri sepeda motor di atas adalah :
No
Tahun
X
Y
X2
XY
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
-5
-4
-3
-2
-1
0
1
2
3
4
5
5.000.000
6.000.000
6.100.000
6.500.000
6.700.000
7.000.000
7.500.000
7.600.000
7.700.000
7.800.000
8.000.000
25
16
9
4
1
0
1
4
9
16
25
-25.000.000
-24.000.000
-18.300.000
-13.000.000
-6.700.000
0
7.500.000
15.200.000
23.100.000
31.200.000
40.000.000


0
75.900.000
110
30.000.000

a = 75.900.000 / 11 = 6.900.000  ( dibulatkan )
b = 30.000.000 /  110 = 272.700 ( dibulatkan )
sehingga fungsi persamaan untuk produk sepeda motor adalah :
Y = 6.900.000 + 272.700 X
Jadi ramalan permintaan untuk lima tahun ke depan adalah sebagai berikut :
Y 2010 = 6.900.000 + 272.700 (6) = 8.536.200
Y 2011 = 6.900.000 + 272.700 (7) = 8.808.000
Y 2012 = 6.900.000 + 272.700 (8) = 9.081.600
Y 2013 = 6.900.000 + 272.700 (9) = 9.354.300
Y 2012 = 6.900.000 + 272.700 (10) = 9.627.000
Jumlah penjualan insdustri (permintaan efektif) menunjukkan pangsa pasar (market share) kelompok industri sebagian potensi pasar yang telah diambil oleh seluru perusahaan dalam kelompok investasi. Jumlah penjualan perusahaan mununjukkan pangsa pasar (market share) perusahaan yakni sebagian potensi pasar yang diraih oleh perusahaan. Sedangkan peluang pasar adalah selisih antara potensi pasar dengan penjualan industri (permintaan efektif).


2.4 Ramalan Penjualan Industri
2.5 Penjualan Perusahaan
2.6 Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Segmentasi pasar perlu dilakukan mengingat pasar terdiri dari banyak sekali pembeli yang berbeda dalam beberapa hal, misalnya keinginan, kebutuhan, kemampuan keuangan, lokasi, sikap pembelian praktik-praktik pembeliannya. Beberapa variabel untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial. Menurut Philip Kotler variabel utama dalam segmentasi pasar konsumen adalah sebagai berikut :
a.       Segmentasi berdasarkan geografik yaitu :
1.      Bangsa
2.      Propinsi
3.      Kabupaten
4.      Kecamatan
5.      Iklim
b.      Segmentasi berdasarkan demografik, yaitu :
1.      Umur,
2.      Jenis kelamin,
3.      Ukuran keluarga,
4.      Daur hidup keluarga,
5.      Pendapatan
6.      Pekerjaan
7.      Pendidikan
8.      Agama
9.      Ras
10.      Kebangsaaan
c.       Segmentasi berdasarkan psikografik yaitu :
1.      Kelas sosial
2.      Gaya hidup
3.      Karakteristik kepribadian

d.      Segmentasi berdasarkan perilaku yaitu :
1.      Pengetahuan
2.      Kegunaan
3.      Tanggap terhadap suatu produk
Sedangkan variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar industrial terdiri dari :
a.       Segmentasi berdasarkan demografik yaitu :
1.      Jenis industri
2.      Besar perusahaan
3.      Lokasi perusahaan
b.      Segmentasi berdasarkan karakteristik pengoperasian yaitu :
1.      Teknologi yang difokuskan
2.      Status pengguna
3.      Kemampuan pelanggan
c.       Segmentasi berdasarkan pendekatan pembeli yaitu :
1.      Organisasi berfungsi pembeli
2.      Sifat hubungan yang ada
3.      Struktur kekuatan
4.      Kebijakan pembelian umum
5.      Kriteria
d.      Segmentasi berdasarkan karakteristik personil industri yaitu :
1.      Kesamaan pembeli
2.      Sikap terhadap risiko
3.      Kesetiaan
e.       Segmentasi berdasarkan faktor situasi yaitu :
1.      Urgensi
2.      Pengguna khusus
3.      Besarnya pesanan
Terdapat beberapa karakteristik yang harus diperhatikan, agar segmentasi pasar dapat berguna yaitu : 1) Dapat diukur, artinya besar pasar dan daya beli segmen ini dapat diukur walaupun terdapat komponen yang sulit diukur, 2). Dapat terjangkau, artinya sejauhmana segmen ini dapat secara efektif dicapai dan dilayani oleh produsen, walaupun terdapat kelompok pasar potensial yang sulit dijangkau, 3). Besar segmen, artinya berapa besar segmen yang harus dijangkau agar penjualan produk dapat menguntungkan secara optimal, 4). Dapat dilaksanakan, artinya sejauhmana program yang efektif itu dapat dilaksanakan untuk mengelola segmen ini.

2.7 Menetapkan Pasar Sasaran
Setelah segmentasi pasar selesai dilakukan dan segmen pasar diketahui, maka dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk memutuskan berapa segmen pasar yng akan dicakup, lalu memilih segmen mana yang akan dilayani yang dianggap paling potensial. Secara umum pengertian menetapkan pasar sasaran adalah megevaluasi keaktivan setiap segmen, kemudianmemilih salah satu dari segmen pasar atau lebih yag dilayai. Analisis dapat dilakukan dengan melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut :
  1. Evaluasi Segmen Pasar
    1. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data tentang penjualan terakhir, proyeksi lajupertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen. Yang dipih adalah penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin laba dari setiap segmen.
    2. Struktur yang menarik dilihat dari segi profitabilitas. Suatu segmen mungkin mempunyai ukuran dan pertumbuhan yang sesuai dengan pertumbuhan, akan tetapi belum tentu menarik dari sisi profitabilitasnya, jadi perusahaan harus tetap mempelajari fakor-faktor structural utama yang mempengaruhi daya tarik segmen dalam jangka panjang. Kurang menarik jika terdapat pesaing yang kuat da agresif. Perhatikan juga ancaman dari produk pengganti.
    3. Sasaran dan sumber daya perusahaan, perusahaan harus memperhatikan sasaran dan sumber dayanya dalam kaitannya dengan segmen pasar. Walau terdapat segmen yang baik, akan tetapi jika dalamjangka  panjang tidak prospektif maka dapat ditolak. Selanjutnya, meskipun segmen tersebut baik dan prospektif dalam jangka panjang, akan tetapi harus dipertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan sumber dayanya, misalnya keterampilan sumber daya manusianya dalam memasukipasar, apakah lebih baik baik dari pesaingnya.
  2. Memilih segmen yaitu menentukansatu atau lebih segmen yang memiliki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani.
    1. Pemasaran serba sama, yaitu melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam arti tidak ada perbedaan. Mencari apa yang sama dalam kebutuhan konsumen. Biasanya produk seperti permen yang dapat ditujukan untuk semua orang. Keuntungannya adalah dapat lebih menghemat biaya.
    2. Pemasaran serba aneka,yitu merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan, atau kepribadian. Seperti beda desain \untuk industri mobil. Untuk pasar ini membutuhkan biaya tinggi.
    3. Pemasaran terpadu, yaitu khusus untuk sumber daya manusia terbatas.

2.8 Menentukan Posisi Pasar
Setelah perusahaan memutuskan segmen pasar yang akan dimasuki, selanjutnya harus menentukan posisi pasr. Menentukan posisi pasar adlah menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau segmen pasar. Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmen  mana yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan posisi pasar terdiri dari :
1.      Atas dasar atribut (harga murah atau mahal )
2.      Kesempatan penggunaan (sebagai minuman energi atau minuman obat)
3.      Menurut kelas pengguna (obat anak-anak atau dewasa)
4.      Langsung menghadapi pesaing (kami yang terbaik)
5.      Kelas produk (sabun kecantikan)
Terdapat tiga langkah untuk menentukan posisi pasar sebagai sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi keunggulan kompetitif. Perusahaan akan memperoleh keunggulan kompetitif jika mampu menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran pemilih.
2.      Memilih keunggulan kompetitif. Jika perusahaan telah menemukan beberap akeunggulan kompetitif yang potensial, selanjutnya harus dipilih satu keunggulan kompetitif sebagai dasar bagi kebijakan penentuan posisinya.
3.      Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi. Setelah memilih penentuan posisi, perusahaan harus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi yang diinginkan kepada konsumen sasaran.

2.9 Sikap, Prilaku dan kepuasan Konsumen
1. Sikap Konsumen
                  Sikap memainkan peranan yang penting dalam membentuk suatu perilaku. Pada umumnya, sikap digunakan untuk menilai efektifitas kegiatan pemasaran. Sikap merupakan evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang merespons secara konsisten berkenaan dengan obyek atau a;ternatif-alternatif pilihan yang diberikan. Sikap menempatkan seseorang ke dalam satu pikiran untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu, bergerak mendekati atau menjauhi sesuatu tersebut. Ada kecenderungan untuk menganggap bahwa sikap merupakan factor yang tepat untuk meramalkan perilaku yang akan dating. Jadi, mempelajari sikap, seorang diharapkan dapat menemukan apa yang akan dilakukannya.
      2. Perilaku Konsumen
                  Perilaku konsumen tidak dapat secara langsung dapat dikendalkan oleh perusahaan. Oleh karena itu informasi mengenai perilaku ini perlu dikumpulkan sebanyak mungkin. Perilaku konsumen merupakan tindakan langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi serta menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Perilaku konsumen  terbagi ke dalam  dua golongan, yang pertama yaitu perilaku yang tampak, seperti jumlah pembelian, waktu, karena siapa, dengan siapa, dan bagaimana konsumen melakukan pembelian. Yang kedua  adalah perilaku yang tak tampak, misalnya persepsi, ingatan terhadap informasi,dan perasaan kepemilikan oleh konsumen. Terdapat dua factor utama yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen, yaitu factor social budaya yang terdiri dari kebudayaan, budaya khusus, kelas social, kelompok social, dan referensi keluarga. Faktor lainnya adalah factor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi, proses belajar, kepercayaan, dan sikap.
      3. Kepuasaan Konsumen
                  Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan apa yang telah ia terima dan harapannya. Seorang pelanggan jika ia putus dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelangggan dalam waktu lama. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasaaqn pelanggan adalahmutu produk dan pelayanannya, kegiatan penjualan, pelayanan setelah penjualan, dan nilai-nilai perusahaan. Kepuasan dibagi menjadi dua macam, yaitu kepuasan funfsional dan kepuasan psikologis. Kepuasan fungsional merupakan kepuasan yang diperoleh dari suatu produk yang dimanfaatkan, sedangkan kepuasan psikologis merupakan konsumen yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak bewujud dari produk.

2.10 Faktor-faktor persaingan
Setelah potensi pasar, peluang pasar, dan market share langkah berikutnya adalah mengkaji strategi bersaing yaitu strategi pemasaran dalam rangka meraih market yang telah ditentukan. Konsep yang perlu dipertimbangkan adalah factor persaingan yang menentukan profitabilitas dalam industry. Factor-faktor persaingan menurut Porter Nampak dalam gambar dibawah ini:






























 



Text Box: Industry competitors



Rivalry Among Existing Firms
                                                                                   Threats of new entrants

Bargaring power of                                                                          burgering power of
                                                                                                         buyers
supplier


                                                                           Threats of substitutes product or services

                                                                               
                                         gambar 4.3 lima kekuatan persaingan
Menurut Porter (1980) terdapat lima kekuatan yang mempengaruhi persaingan dalam industry, yaitu:
1.      Ancaman pendatang baru (threats of new entrants)
      Pendatang baru bagi suatu industry membawa kapasitas baru, karena ia berhasrat untuk ikut meraih dan menikmati pangsa pasar. Keputusan untuk menjadi pendatang baru, dalam suatu industry ucapkali menaruh komitmen baru terhadap sumber daya yang akan digunakan, sehingga harga ditekan serendah mungkin dan keuntungan dibuat kecil, akibat profitabilitas  industry menurun. Beberapa factor penghambat untuk masuk dalam industry (the barriers to entry) dapat sejauh mana ancaman pendatang baru dalam suatu industry. Factor penghambat tersebut antara lain skala ekonomi, diferensiasi produk, kebutuhan akan modal, pengenaan biaya pada pembeli untuk perubahan pemasok dan produk, saluran distribusi, kebijakan pemerintah, keunggulan biaya yang tidak bergantung pada skala ekonomis dan reaksi pasar.
2.      Ancaman produk pengganti ( threats of substitute products)
      Ketersediaan barang pengganti menjadi penghalang mengenai harga yang dapat ditentukan oleh pimpinan pasar dalam mata industri. Harga yang tinggi dapat memicu pembeli meraih produk pengganti.
3.      Kekuatan tawar menawar pembeli ( bargaining power of buyers)
      Konsumen atau pelanggan suatu industri mengharapkan harga serendah mungkin untuk memperoleh produk atau jasa dari industri (perusahaan pemasok) dengan cara membeli dalam jumlah yang besar sehingga perusahaan pemasok bergantung kepada pembeli.
4.      Kekuatan tawar menawar pemasok ( bargaining power of suppliers)
      Jika pemasok mempunyai kekuatan yang cukup tinggi atas perusahaan industri, mereka dapat menaikkan harga cukup signifikan untuk mempengaruhi kemampuan pelanggan dalam menghasilkan laba. Kemampuan pemasok untuk memperoleh kekuatan atas perusahaan industri ditentukan oleh berbagai factor, yaitu jumlah pemasok sedikit tetapi besar, produk pemasok merupakan masukan yang penting bagi pembeli, produkpemasok tidak adaproduk alternatifnya.
5.      Rivalitas diantara pesaing ( rivalry among existing firms)
      Rivalitas diantara perusahaan mengacu pada semua tindakan yang ditempuh oleh perusahaan dalam kelompokindustri untuk mempengaruhi posisi mereka masing-masing dan memperoleh keunggulan atas para pesaingnya. Persaingan itu yang akan menjadi bersifat positif, jika diantara perusahaan menciptakan dan mendorong stabilitas industri melalui perbaikan-perbaikan kemampuan dalam rangka menghasilkan laba. Sebaliknya jika tidak, persaingan itu menjadi kekuatan yang bersifat negative. Factor-faktor yang menimbulkan persaingan ketat antra lain :
a.       Jika suatu industri sudah memasuki fase pertumbuhan lambat, perusaah akan memfokuskan pada pangsa pasar dan cara merebut pangsa pasar dengan mengorbankan perusahaan lain.
b.      Industri dengan karakteristik biaya tetap yang tinggi yang selalu mendapat tekanan untuk mempertahankan produksi pada kapasitas maksimum guna menutup biaya tetap.
c.       Kekurangan diferensiasi yang mendorong pembeli untuk mencari harga paling baik.
d.      Berdasarkan faktor-faktor persaingan tersebut agar nantinya dapat menyusun strategi pemasaran kompetitif yang efektif terutama persaingan dalam kelompok industri, maka diperlukan analisis mengenai kemampuan para pesaing. Menurut Kotler terdapat beberapa langkah analisis sebagai berikut :
1.      Identifikasi pesaing
2.      Penentuan sasaran pesaing
3.      Identifikasi strategi pesaing
4.      Evaluasi kekuatan dan kelemahan pesaing
5.      Estimasi pola reaksi pesaing
6.      Menentukan pesaing utama

2.11 Penerapan Strategi Pemasaran yang Efektif untuk Meraih Market share
Untuk masuk kedalam persaingan harus dapat menganalisis situasi. Analisis situasi ini dikenal dengan analisis SWOT. Analisis ini didasarkan pemikiran yang dapat memaksimalkan kekuatan (strngths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimumkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). SWOT menurut Rangkuti (2005) adalah singkatan dari lingkungan internal strengths dan weaknesses serta lingkungan eksternal opportunities dan threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan. Cara membuat analisis SWOT menurut Rangkuti adalah sebagai berikut :



 



3. mendukung strategi turn-around                                 mendukung strategi agresif



4. mendukung strategi defensif                                       2. Mendukung strategi diversifikasi



                                                Gambar 4.4 Analisis SWOT
Kuadran 1 : situasi yang sangat menguntungkan perusahaan karena memiliki kekuatan dan peluang sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy).
Kuadran 2 :Dari sisi internal perusahaan memiliki kekuatan walaupun menghadapi ancaman. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi difersifikasi (produk/pasar).
Kuadran 3 : perusaan menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal, tetapi di sisi lain menghadapi peluang pasar yang sangat besar. Fokus strategi perusahaan yang harus dilakukan adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan kembali teknologi yang dipergunakan denagn menawarkan produk-produk baru dalam industri microcomputer.
Kuadran 4 : perusaan mengalami berbagai ancaman dan kelemahan internal , strategi yang harus digunakan adalah strategi bertahan (defensive).
Untuk dapat memenangkan persaingan di dalam kelompok industri, perusaah harus mempunyai keunggulan kompetitif (competitive adventage). Keunggulan kompetitif akan membedakan perusahaan dengan kompetitornyadalam hal bagaimana meraih sukses. Keunggulan kompetitif tersebut dapat dicapai dengan dua cara yaitu pertama, saat perusahaan melakukan strategi biaya rendah dan kedua, dengan strategi diferensiasi produk. Berdasarkan sumber pencapaian keberhasilan, dibentuk ke dalam bentuk tiga strategi generic, yaitu : overall cost leadership, differentiation, dan focus.

2.12 Resiko
Beberapa masalah dalam aspek pasar dan pemasaran yang dapat mengakibatkan kegagalan penjualan dalam antara lain:
1.   Kebijakan pemerintah
a.       Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Yang mengakibatkan adanya kenaikan pajak penjualan, pajak penghasilan, sehingga akan menurunkan daya saing produk dan menurunkan tingkat penjualan.
b.      Peraturan pemerintah daerah baik pusat maupun daerah yang mengakibatkan menungkatkan biaya operasionalperusahaan sehingga akan menaikkan harga penjualan dan menurunnya daya saing yang akhirnya menurunkan tingkat penjualan. (Misal: kenaikan biaya perijinan, dll).
2.   Perubahan permintaan pasar
a.       Masuknya produk-produk baru yang akan menjadi pesaing perusahaan.
b.      Adanya produk-produk pengganti.
c.       produk-produk teknologi yang mempunyai daur hidup yang pendek, sehingga cepat sekali terjadi kejenuhan permintahan. (Misal: Produk computer, dll).
3.   Persaingan Pasar
a.       Pasar persaingan berbentuk oligopoly/ persaingan sempurna.
b.      Agresivitas pesaing dalam memasarkan produknya.
c.       Kurangnya inovasi dipasar (pemanfatan teknologi informasi yang tersedia)
d.      Kapasitas produksi yang rendah dibandingkan pesaing, yang dapat mengakibatkan harga per unitnya menjadi lebih tinggi disbanding dengan produk pesaing.
4.   Pemalsuan dan pembajakan merek atas suatu produk.
5.   Performance  produk yang rendah yang mengakibatkan konsumen tidak mau membeli produk tersebut.
6.   Promosi yang kurang efektif
Promosi yang hendaknya dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sehingga konsumen akan selalu mendapatkan informasi yang terbaru dari produk yang dihasilkan dan mampu menarik konsumen potensial menjadi pelanggan yang loyal.
7.   Merek yang dibuat harus sesuai dengan kualitas dari produk yang dihasilkan.
8.   Kegagalan dalam pengembangan produk baru, karena kurangnya “litbang” yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
9.   Gagal dalam menjalankan strategi distribusi.
10.  Tidak memperhatikan aspek kehalalan produk.





BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pada umumnya kajian aspek pasar adalah untuk melihat apakah terdapat potensi pasar dan peluang pasar atas produk atau jasa yang akan diluncurkan dimasa yang akan datang. Sedangkan aspek pemasaran terkait dengan strategi yang akan dilakukan agar dapat efektif untuk meraih market share yang telah ditentukan. Agar mampu meraih pangsa pasar yang optimal, harus dapat menentukan strategi pemasaran yang efektif. Bentuk-bentuk penerapan strategi pemasaran yang efektif meliputi :  pertama, tiga strategi generic yaitu, overall cost leadership, differentiation, dan focus, kedua, empat kompetisi kompetitif meliputi: pemuka pasar, penantang pasar, pemanut pasar dan perelung pasar dan ketiga, strategi marketing mix yaitu mengkombinasikab variabel-variabel seperti produk place, promotion dan price.
Hasil analisis terhadap aspek pasar dan pemasaran adalah suatu pernyataan layak atau tidak rencana bisnis tersebut dari aspek pasar dan pemasaran. Jika layak, maka analisis akan diteruskan untuk aspek selanjutnya, sedangkan jika dianggap tidak layak, tidak perlu dicarikan usaha-usaha baru.








DAFTAR PUSTAKA

Sucipto, Agus. Studi Kelayakan Bisnis. 2010. Malang : UIN-MALIKI PRESS




Tidak ada komentar:

Posting Komentar